Seakan sudah tertanam api dalam tubuhku sejak kecil menyulitkanku meredamnya saat aku beranjak dewasa api itu adalah emosi ku yg sewaktu-waktu bisa saja membesar menjalar keseluruh tubuhku hingga tak sadar atas apa yg sudah kukatakan ataupun kulakukan meski aku mencoba bersikap tenang itu sama sekali tidak bekerja semua tetap sama aku tak bisa mengendalikan diri di saat api dalam diriku menggebu-nggebu aku selalu khawatir jika saat itu aku bisa melukai siapapun dihadapanku terlebih lagi mereka yg mempedulikan aku. Sabar.. Seperti hembusan angin dalam jiwaku andaiku bisa mencapainya pasti semua akan terasa berbeda namun hingga kini tak sejengkalpun aku dapat meraihnya hanya berusaha dan terus berusaha menjadi sabar ini sangatlah sulit aku terlalu mudah tersulut api jika aku “diganggu” dengan orang lain bukan “terganggu” mungkin aku bisa menahan itu dalam beberapa menit tapi setelahnya bisa saja berubah drastis jadi seakan percuma saja menekan diri terlalu keras terkadang seseorang butuh melepaskan dirinya berbuat semaunya itupun di saat yg tepat tak bisa setiap saat karena manusia selalu punya batasan “seberapa kuat mereka tenggelam seberapa lama mereka mati”.

Advertisements