Harapan selanjutnya masih terbayang-bayang dalam benakku samar jalanan itu tak mungkin untuk aku berjalan sekarang hingga aku memiliki sedikit sinar untuk meneranginya setidaknya aku tidak tersandung kala mengarungi medan yg berat. Berperang dengan apa yg kubutuhkan dan apa yg kuinginkan kubandingankan dengan kenyataan yg ada sekarang memilah-milah dalam memilih menentukan apa yg seharusnya bukan ketentuan semua itu hanyalah sebatas syarat demi memenuhi berbagai harapanku yg masih mengambang di langit² otakku aku masih berjuang seperti apa yg seharusnya aku juga masih berusaha tanpa harus aku menyerah begitulah sewajarnya karena aku yakin kesungguhan akan terbayar oleh kebahagiaan yg hakiki. Tapi sayangnya aku masih ragu menyelipkan doa dalam usahaku bukan berarti aku tak percaya tapi sejujurnya diriku merasa sangat malu untuk berdoa, aku hanya meminta tapi tak pernah melakukan apa yg sudah ditetapkan pada manusia karena itulah aku sangat merasa malu meski aku tau doa yg tulus pasti akan terkabul apapun alasannya tapi naluriku sebagai manusia berlumur dosa tetaplah sama saja masih tak mampu mengucap permintaan tulus dalam hati ini yg dapat ku ucap hanyal kata maaf padaNya karena aku selalu mengkhiantiNya dengan kesadaran tanpa kokohnya iman itu juga merupakan alasan kuat kenapa harapan²ku masih belum bisa ku gapai hingga saat ini, semoga waktu akan menjawabnya sebelum aku benar² tak bernyawa.

Advertisements