​Sabar.. Sekilas pesan masih terngiang dari seorang surgaku berdengung kencang kala api amarah hadir sebagai obat penenang memberi cahaya terang pada gelap pikirku yg sesekali berubah tak menentu pesan itu seperti menghantui ku di setiap aku melangkah semakin jauh langkahku serasa semakin keras bisikan beliau padaku sebenarnya diriku lemah saat gejolak api dalam jiwaku membakar semua jarak pandangku hingga aku tak sanggup melihat mana kawan mana teman semua bisa menjadi sasaran tanpa ku miliki kesadaran aku berada dalam titik lemah pada diriku dimana jiwaku rentan terhadap ancaman sekecil apapun meski setidaknya aku mengenal seperti apa diriku aku memang tangguh dalam beberapa hal mungkin sedikit pesimis atau bahkan picik bukan licik aku bisa saja tegas dalam mengambil keputusan aku juga memiliki jiwa kepemimpinan namun kadang kala aku diremehkan aku bukan orang yg mudah menyerah daya juangku terdorong saat aku mengingat bagaimana kedua surgaku membesarkan aku dari seonggok daging hingga menjadi sosok manusia yg mampu di pandang dengan sebuah nama serta doa dan harapan dari mereka yg menyertaiku di saat apapun. Sekuat apapun ciptaan-Nya pasti punya titik lemah hanya Beliau lah yg maha kuat dan tak memiliki kelemahan aku hanyalah manusia sempurna yg kurang bersyukur atas karunia yg diberikan padaku aku penuh dengan dosa yg tak sanggup kuhitung sendiri bahkan aku tak memiliki cukup waktu untuk menunda permintaan maafku pada-Nya.

Advertisements