​Hari ini badai besar seakan datang lagi menyapu bersih hingga sela-sela penjuru bumi aku terjerat di sini hampir tak ada jalan pintas menyelamatkan diri sudah seharusnya untuk kuhadapi meski nanti aku akan mati aku tak pernah peduli karena aku bukan banci bersembunyi di balik pohon tinggi dan menyerah menunggu mati Sepertinya Allah tengah menegurku karena kesadaranku kian memudar terkikis waktu segala kenikmatan itu membutakan aku hingga aku terbang dalam bayang² semu tak sadar jika aku akan terjatuh pegangan ku semakin rapuh kokoh jiwaku t’lah runtuh aku terhanyut oleh kesenangan itu terombang-ambing tak menentu kebodohan ini membuatku malu menjadikan aku seperti pecundang diantara para benalu, sungguh aku terperangkap dalam kekacauan ini otakku bingung harus berpikir apa lagi aku masih punya banyak mimpi namun aku tak dapat melangkah kali ini harus bagaimana aku tak punya lentera sebagai penerang kala berjumpa gulita hancur aku digilas angin tercabik-cabik bagai irisan daging tak karuan sementara detik demi detik berlalu aku hanya menanti sepucuk cahaya selepas badai.

Advertisements