​Peranku bukan seperti pecundang tak berguna bersembunyi dibalik tiang di hinggapi alang-alang jiwaku selalu pantang menerima penghinaan dari daging tak bertulang entah situasi itu samar terdengar langsung dari telingaku karena permainan itu hanya dilakukan oleh pengecut pengidap perasaan takut tingkat akut bodohnya tempat ini adalah memelihara para penghasut yg berlagak imut menempel bak lumut, menjijikan.. sangat berbeda dengan kehidupanku sebelumnya yg ku kenal hanya alam yg keras terjatuh dan terlindas kemudian bangkit dan bergegas meronta memberontak secara beringas mengepalkan tangan yg terkelupas terkikis aspal ganas menggenggam rapat-rapat tak mau terlepas tak ada tempat terdampar diantara kerumunan ini sudah waktunya aku mengangkat jangkar kumulai berlayar menuju laut lebar kan ku arungi ombak besar bahkan badai halilintar sekalipun berharap singgah di daratan indah terpapar hiasan hijau menyebar sebagai penyegar kala jiwaku gusar karena aku sadar jika aku selalu kalah dengan amarah tapi aku tak pernah menyerah untuk berubah menjadi terompah cantik di atas tumpukan sampah

Advertisements