​Pesisir jalanan telah lama kujelajahi ku cari apa yg dapat kupelajari dan ku sanding untuk menjalani kisahku menuju mimpi aku tanam tanggung jawab tanpa rasa iba hanya rasa bangga terpampang diwajah bak lentera menerangi gelap gulita harga diri adalah harga mati yg ku bela hingga nanti saat aku tak sanggup lagi berdiri memikul empati atau simpati hanya petilasan yg menjadi saksi sebagai harta atas kegigihan hati nurani. Jalanan adalah tempat terbaik bagi manusia tangguh menyingkirkan angkuh menguatkan jiwa yg rapuh bukan berperan sebagai pesuruh karena tak ada yg bisa untuk menyuruh dengan jutaan alasan bergemuruh jalanan tak mengenal satu, dua ataupun tiga karena tak ada yg bisa di lomba jalanan seperti rimba tak mengenal kasihan tak mengenal asa percuma jika bersandiwara berubah-ubah seperti hewan melata menjelma bak siluman buaya karena kehancuran pasti akan tiba hingga ajal segera berjumpa. Setiap hari tubuhku dibakar surya terasa ingin terkapar namun kupaksa bangkit karena aku tak ingin terlantar diantara lalu lalang penguasa jalanan aku merasa belum saatnya berhenti masih panjang perjalanan yg harus kudaki sesekali aku bisa menepi kala lelah menghampiri sembari mengusap kucuran keringat di pipi aku menggumpat janji “akan kuberi hidup mati ku untuk mereka yg selalu mendukungku dalam segala kondisi” meski aku sadar masa akan cepat berlalu seperti perjudian yg tak menentu melempar dadu setelah pilihan menentu tinggal menunggu hasil dari hati yg ragu.

Advertisements