​Tak ada pemimpin diatas pemimpin bagiku hanya Allah lah raja dari segala raja tak patut siapapun berlagak berkuasa dihadapanku meski aku adalah budak dari para manusia necis memgumbar senyum tipis setiap saat dibalik itu sebenarnya mereka berwajah bengis mampu meringis saat orang lain merasa tragis. Kupelajari arti menghargai dengan strata yg patut ku kelola dalam jiwa semua ku anggap setara karena hidup bukan untuk berkuasa meski selalu ada orang yg ingin berjaya dibalik tangis merana membunuh orang lain dengan segala cara hingga menindas harga diri melacur demi memenangkan iri menghasut dengki menjadi mimpi sungguh tak punya hati nurani otak kosong selama berada di bangku sekolah tak pernah menelaah apa yg benar dan yg salah tapi masih bisa merekah seperti mawar merah indah namun mematikan. Kehidupan bukan panggung untuk pertunjukan agung pukulan akan terasa canggung jika tak sering berlangsung meski kita pikir kita kebal seperti kanibal pemakan hati bahkan ginjal tak selamanya semua ini kekal karena langit pasti akan mencekal siapapun yg bengal tak taati aturan yg di tinggal di bumi ini dengan tujuan memberi bekal.

Advertisements