Sementara aku disini dan kisah-kisah ku dalam lembaran-lembaran kecil tergeletak tak berguna tersapu angin bersama debu-debu melayang tak terarah bertaburan entah kemana? di setiap coretannya tercurah suatu ketulusan yg terdalam dari lubuk hati ini yg tak pernah bisa kubagikan kepada siapapun sehingga aku berpikir untuk memulai menggoreskan tinta hitam di atas kertas putih menyelaraskan kegundahan hati dengan ketenangan agar senantiasa apa yg aku rasakan dapat dirasakan oleh orang lain lewat coretan-coretan itu meski tak harus aku sampaikan secara lisan karena aku sadar aku bukan orang lembut aku dibesarkan di lingkungan terminal tempat berkumpul para penguasa jalanan yg tak mengenal kelembutan namun masih memiliki kasih sayang dengan cara kami sendiri.

Seiring waktu aku hanya berharap kelak aku bisa mengenang suatu kejadian melalui sebaris tulisan yg ku tulis untuk sekedar mengenang masa lalu ku dan menceritakan kembali kisah hidupku kepada anak & istriku agar mereka tau bahwa aku bukanlah orang hebat yg bisa membahagiakan mereka dengan segala bentuk materi namun aku akan berusaha membahagiakan mereka dengan sekuat tenagaku bahkan jika harus ku korbankan nyawa ini.

Aku hanya sendiri meski banya teman kumiliki namun seorang teman tetaplah manusia mereka memiliki perasaan tersendiri mereka memiliki ambisi tersendiri bahkan ego tersendiri aku memilih seperti ini karena aku tau pembunuh paling sadis adalah mereka yg paling dekat dengan kita berperan munafik di depan para pencari muka itulah salah satu sebab aku memilih berjalan sendiri meluangkan sedikit waktuku untuk sekedar menulis hal-hal yg dianggap tak berguna bagi orang lain tapi sangat berarti bagiku.

Ku biarkan orang menilai semau mereka aku tak peduli ku biarkan ambisiku mengalir seperti ini menembus tebalnya dinding dunia lewat segelintir cerita dalam secarik kertas diantara tumpukan sampah.

Advertisements